77 Asbabun Nuzul Surah 67 Al-Mulk Asbabun Nuzul Al-Quran Free Islamic Blogger Template
AlMulk - Kerajaan 67:1 Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, 67:2 Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.
Kumpulangambar tentang Asbabun Nuzul Surat Al Mulk, klik untuk melihat koleksi gambar lain di kibrispdr.org
UnsurPokok Surah Al Mulk (الملك) Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ath-Thuur. Nama "Al Mulk" diambil dari kata "Al Mulk" yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya kerajaan atau kekuasaan. Dinamai pula surat ini dengan " Tabaarak" (Maha Suci). Keimanan:
JomFollow Khalifah Untuk SemuaFacebook https://bit.ly/2ALbpMXTelegram https://bit.ly/31PlHYdWhatapp https://bit.ly/31O9PG8#Kha
SuratAl-Mu'minun:82 [ sunting | sunting sumber] Ibnu Jarir meriwayatkan (18/45): " Abbas, katanya: "Abu Sufyan datang kepada Nabi saw, lalu berkata: "Hai Muhammad, aku sumpahi kamu demi Allah dan hubungan kasih sayang (silaturrahim), kami sudah dihabisi oleh 'alhaz (kulit dan darah), lalu Allah turunkan: "Dan sesungguhnya Kami telah
Bestalternatives sites to Check our similar list based on world rank and monthly visits only on Xranks.
tb0Ok. - Surah Al-Mulk merupakan surah ke-67 dalam susunan mushaf Al-Quran. Surah ini membahas mengenai perihal kematian dan kehidupan, kondisi orang kafir, orang beriman, serta tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Surah Al-Mulk tergolong surah makiyah atau surah yang diturunkan di Makkah. Ia mengandung 30 ayat. Penamaan Al-Mulk diambil dari ayat pertama dalam surah ini. Nama lainnya adalah surah At-Tabaarak yang artinya Yang Maha Suci dan surah Al-Maniah surah penghalang siksa kubur. Surah Al-Mulk memiliki keutamaan besar pagi pembacanya. Allah SWT menjanjikan syafaat untuk mencegah siksa kubur bagi muslim yang rutin mentadaburi surah Al-Mulk. Hal itu tergambar dalam sabda Nabi Muhammad SAW "Ada suatu surat dari Al-Qur’an yang terdiri dari tiga puluh ayat dan dapat memberi syafaat bagi yang membacanya sampai dia diampuni, yaitu 'Tabaarakalladzii biyadihil mulku …' [surat Al Mulk],” Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad. Asbabun Nuzul Al-Mulk? Tidak semua ayat Al-Quran memiliki asbabun nuzul atau sebab turun wahyu tersebut. Surah Al-Mulk adalah salah satu surah yang tidak memiliki asbabun nuzul. Hal ini ditegaskan dalam Kitab Asbabun Nuzul Edisi Indonesia terbitan Al-Kautsar, 2014, Imam As-Suyuthi tidak mencantumkan Al-Mulk sebagai surah yang memiliki sebab turun Surah Al-Mulk Surah Al-Mulk memiliki banyak keutamaan. Para sahabat di masa kenabian mengamalkan bacaan surah Al-Mulk setiap malam untuk mengharapkan rida Allah SWT. Hal ini diceritakan oleh Abdullah bin Mas'ud, ia berkata “Barangsiapa membaca 'Tabaarakalladzii biyadihil mulku' [surah Al-Mulk] setiap malam, maka Allah akan menghalanginya dari siksa kubur. Kami di masa Rasulullah SAW menamakan surat tersebut 'Al-Mani’ah' [penghalang dari siksa kubur]. Dia adalah salah satu surah di dalam Kitab Allah [Al-Quran]. Barangsiapa membacanya setiap malam, maka ia telah memperbanyak dan telah berbuat kebaikan,” Nasai dan Hakim. Keutamaan lain dari surah Al-Mulk adalah amalan rutin yang selalu dibaca Nabi Muhammad SAW sebelum tidur. Jadi, sebelum membaca doa tidur, Rasulullah mengamalkan bacaan surah Al-Mulk, sebagaimana dinyatakan sahabat Jabir, ia berkata "Tidaklah Nabi Muhammad SAW tidur hingga beliau membaca 'Alif laam miim tanzil' [surah As-Sajdah] dan 'Tabaarakalladzii biyadihil mulku' [surah Al-Mulk],” Tirmidzi. Surah Al-Mulk Bacaan Arab, Latin, dan Artinya Berikut ini bacaan surah Al-Mulk dalam tulisan Arab, latin, dan terjemahannya. 1. تَبَٰرَكَ ٱلَّذِى بِيَدِهِ ٱلْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ Bacaan latinnya "Tabārakallażī biyadihil-mulku wa huwa alā kulli syai`ing qadīr"Artinya "Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu 2. ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ Bacaan latinnya "Allażī khalaqal-mauta wal-ḥayāta liyabluwakum ayyukum aḥsanu amalā, wa huwal-azīzul-gafụr"Artinya "Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, 3. ٱلَّذِى خَلَقَ سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍ طِبَاقًا ۖ مَّا تَرَىٰ فِى خَلْقِ ٱلرَّحْمَٰنِ مِن تَفَٰوُتٍ ۖ فَٱرْجِعِ ٱلْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِن فُطُورٍ Bacaan latinnya "Allażī khalaqa sab’a samāwātin ṭibāqā, mā tarā fī khalqir-raḥmāni min tafāwut, farji’il-baṣara hal tarā min fuṭụr"Artinya "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? 4. ثُمَّ ٱرْجِعِ ٱلْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنقَلِبْ إِلَيْكَ ٱلْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ Bacaan latinnya "Tsummarji’il-baṣara karrataini yangqalib ilaikal-baṣaru khāsi`aw wa huwa ḥasīr"Artinya "Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah." 5. وَلَقَدْ زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِمَصَٰبِيحَ وَجَعَلْنَٰهَا رُجُومًا لِّلشَّيَٰطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ ٱلسَّعِيرِ Bacaan latinnya "Wa laqad zayyannas-samā`ad-dun-yā bimaṣābīḥa wa ja’alnāhā rujụmal lisy-syayāṭīni wa a’tadnā lahum ażābas-sa’īr"Artinya "Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala. 6. وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ Bacaan latinnya "Wa lillażīna kafarụ birabbihim ażābu jahannam, wa bi`sal-maṣīr"Artinya "Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali." 7. إِذَآ أُلْقُوا۟ فِيهَا سَمِعُوا۟ لَهَا شَهِيقًا وَهِىَ تَفُورُ Bacaan latinnya "Idżā ulqụ fīhā sami’ụ lahā syahīqaw wa hiya tafụr"Artinya "Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak." 8. تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ ٱلْغَيْظِ ۖ كُلَّمَآ أُلْقِىَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَآ أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ Bacaan latinnya "Takādu tamayyazu minal-gaīẓ, kullamā ulqiya fīhā faujun sa`alahum khazanatuhā a lam ya`tikum nażīr"Artinya "Hampir-hampir neraka itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan orang-orang kafir, penjaga-penjaga neraka itu bertanya kepada mereka 'Apakah belum pernah datang kepada kamu di dunia seorang pemberi peringatan?” 9. قَالُوا۟ بَلَىٰ قَدْ جَآءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ ٱللَّهُ مِن شَىْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِى ضَلَٰلٍ كَبِيرٍ Bacaan latinnya "Qālụ balā qad jā`anā nażīrun fa każżabnā wa qulnā mā nazzalallāhu min syai`in in antum illā fī ḍalāling kabīr"Artinya 'Mereka menjawab 'Benar ada', sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakannya dan kami katakan 'Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar'" 10. وَقَالُوا۟ لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِىٓ أَصْحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ Bacaan latinnya "Wa qālụ lau kunnā nasma’u au na’qilu mā kunnā fī aṣ-ḥābis-sa’īr"Artinya "Dan mereka berkata 'Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan peringatan itu niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala'" 11. فَٱعْتَرَفُوا۟ بِذَنۢبِهِمْ فَسُحْقًا لِّأَصْحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ Bacaan latinnya "Fa’tarafụ biżambihim, fa suḥqal li`aṣ-ḥābis-sa’īr"Artinya "Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. 12. إِنَّ ٱلَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِٱلْغَيْبِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ Bacaan latinnya "Innallażīna yakhsyauna rabbahum bil-gaibi lahum magfiratuw wa ajrung kabīr"Artinya "Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar. 13. وَأَسِرُّوا۟ قَوْلَكُمْ أَوِ ٱجْهَرُوا۟ بِهِۦٓ ۖ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ Bacaan latinnya "Wa asirrụ qaulakum awij-harụ bih, innahụ alīmum biżātiṣ-ṣudụr"Artinya "Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati." 14. أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ Bacaan latinnya "Alā ya’lamu man khalaq, wa huwal-laṭīful-khabīr"Artinya "Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui yang kamu lahirkan atau rahasiakan; dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?" 15. هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ ذَلُولًا فَٱمْشُوا۟ فِى مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا۟ مِن رِّزْقِهِۦ ۖ وَإِلَيْهِ ٱلنُّشُورُ Bacaan latinnya "Huwallażī ja’ala lakumul-arḍa żalụlan famsyụ fī manākibihā wa kulụ mir rizqih, wa ilaihin-nusyụr"Artinya "Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu kembali setelah dibangkitkan. 16. ءَأَمِنتُم مَّن فِى ٱلسَّمَآءِ أَن يَخْسِفَ بِكُمُ ٱلْأَرْضَ فَإِذَا هِىَ تَمُورُ Bacaan latinnya "Aamintum man fis-samā`i ay yakhsifa bikumul-arḍa fa iżā hiya tamụr"Artinya "Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang berkuasa di langit bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?"17. أَمْ أَمِنتُم مَّن فِى ٱلسَّمَآءِ أَن يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ Bacaan latinnya "Am amintum man fis-samā`i ay yursila alaikum ḥāṣibā, fa sata’lamụna kaifa nażīr"Artinya "Atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang berkuasa di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana akibat mendustakan peringatan-Ku?" 18. وَلَقَدْ كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ Bacaan latinnya "Wa laqad każżaballażīna ming qablihim fa kaifa kāna nakīr"Artinya "Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan rasul-rasul-Nya. Maka alangkah hebatnya kemurkaan-Ku." 19. أَوَلَمْ يَرَوْا۟ إِلَى ٱلطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَٰٓفَّٰتٍ وَيَقْبِضْنَ ۚ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا ٱلرَّحْمَٰنُ ۚ إِنَّهُۥ بِكُلِّ شَىْءٍۭ بَصِيرٌ Bacaan latinnya "Awa lam yarau ilaṭ-ṭairi fauqahum ṣāffātiw wa yaqbiḍn, mā yumsikuhunna illar-raḥmān, innahụ bikulli syai`im baṣīr"Artinya "Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya di udara selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu." 20. أَمَّنْ هَٰذَا ٱلَّذِى هُوَ جُندٌ لَّكُمْ يَنصُرُكُم مِّن دُونِ ٱلرَّحْمَٰنِ ۚ إِنِ ٱلْكَٰفِرُونَ إِلَّا فِى غُرُورٍ Bacaan latinnya "Am man hāżallażī huwa jundul lakum yanṣurukum min dụnir-raḥmān, inil-kāfirụna illā fī gurụr"Artinya "Atau siapakah dia yang menjadi tentara bagimu yang akan menolongmu selain daripada Allah Yang Maha Pemurah? Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam keadaan tertipu." 21. أَمَّنْ هَٰذَا ٱلَّذِى يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُۥ ۚ بَل لَّجُّوا۟ فِى عُتُوٍّ وَنُفُورٍ Bacaan latinnya "Am man hāżallażī yarzuqukum in amsaka rizqah, bal lajjụ fī utuwwiw wa nufụr"Artinya "Atau siapakah dia yang memberi kamu rezeki jika Allah menahan rezeki-Nya? Sebenarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri?" 22. أَفَمَن يَمْشِى مُكِبًّا عَلَىٰ وَجْهِهِۦٓ أَهْدَىٰٓ أَمَّن يَمْشِى سَوِيًّا عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ Bacaan latinnya "Afa may yamsyī mukibban alā waj-hihī ahdā am may yamsyī sawiyyan alā ṣirāṭim mustaqīm"Artinya "Maka apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih banyak mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?" 23. قُلْ هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۖ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ Bacaan latinnya "Qul huwallażī ansya`akum wa ja’ala lakumus-sam’a wal-abṣāra wal-af`idah, qalīlam mā tasykurụn"Artinya "Katakanlah 'Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati'. Tetapi amat sedikit kamu bersyukur." 24. قُلْ هُوَ ٱلَّذِى ذَرَأَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ Bacaan latinnya "Qul huwallażī żara`akum fil-arḍi wa ilaihi tuḥsyarụn"Artinya "Katakanlah 'Dialah Yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya-lah kamu kelak dikumpulkan'" 25. وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ Bacaan latinnya "Wa yaqụlụna matā hāżal-wa’du ing kuntum ṣādiqīnArtinya "Dan mereka berkata 'Kapankah datangnya ancaman itu jika kamu adalah orang-orang yang benar?” 26. قُلْ إِنَّمَا ٱلْعِلْمُ عِندَ ٱللَّهِ وَإِنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٌ مُّبِينٌ Artinya "Qul innamal-ilmu indallāhi wa innamā ana nażīrum mubīn"Artinya "Katakanlah 'Sesungguhnya ilmu tentang hari kiamat itu hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaska'" 27. فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً سِيٓـَٔتْ وُجُوهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَقِيلَ هَٰذَا ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تَدَّعُونَ Bacaan latinnya "Fa lammā ra`auhu zulfatan sī`at wujụhullażīna kafarụ wa qīla hāżallażī kuntum bihī tadda’uun"Artinya "Ketika mereka melihat azab pada hari kiamat sudah dekat, muka orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan kepada mereka inilah azab yang dahulunya kamu selalu meminta-mintanya." 28. قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِىَ ٱللَّهُ وَمَن مَّعِىَ أَوْ رَحِمَنَا فَمَن يُجِيرُ ٱلْكَٰفِرِينَ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ Bacaan latinnya "Qul ara`aitum in ahlakaniyallāhu wa mam ma’iya au raḥimanā fa may yujīrul-kāfirīna min ażābin alīm"Artinya "Katakanlah 'Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersama dengan aku atau memberi rahmat kepada kami, maka kami akan masuk surga, tetapi siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari siksa yang pedih?'" 29. قُلْ هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ءَامَنَّا بِهِۦ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ Bacaan latinnya "Qul huwar-raḥmānu āmannā bihī wa alaihi tawakkalnā, fa sata’lamụna man huwa fī ḍalālim mubīn"Artinya "Katakanlah “Dialah Allah Yang Maha Penyayang kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah kami bertawakkal. Kelak kamu akan mengetahui siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata” 30. قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَآؤُكُمْ غَوْرًا فَمَن يَأْتِيكُم بِمَآءٍ مَّعِينٍۭ Bacaan latinnya "Qul ara`aitum in aṣbaḥa mā`ukum gauran fa may ya`tīkum bimā`im ma’īn"Artinya "Katakanlah 'Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?'"Baca juga Apa Itu Kiamat Kubra Pengertian, Tanda & Ciri-Cirinya dalam Islam Bagaimana Keadaan Manusia Saat Hari Kiamat dan Apa Dalilnya? - Sosial Budaya Penulis Abdul HadiEditor Addi M Idhom
Surat Al-Mulk adalah salah satu surat terbaik dalam Al-Qur’an yang fadhilahnya mendatangkan syafa’at bagi pembacanya. Ada banyak hikmah dan pelajaran dalam surat ini sehingga membuatnya istimewa. Di antaranya kekuasaan Allah menciptakan langit dan petunjuk hidup bagi manusia. Pada Surat ini Allah juga menegaskan keagungan-Nya. Dia Maha mengetahui segala isi hati manusia sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Mulk. Berikut hikmah dan Asbabun Nuzul Al-Mulk ayat 13 وَاَسِرُّوۡا قَوۡلَـكُمۡ اَوِ اجۡهَرُوۡا بِهٖؕ اِنَّهٗ عَلِيۡمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوۡرِ Wa asirruu qawlakum awijharuu bihii, innahuu aliimum bidzaatish shuduur. Artinya “Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati.” QS Al-Mulk ayat 13 Asbabun NuzulAyat ini turun sebagai respons atas sikap gunjingan kaum musyrik terhadap Rasulullah SAW. Mereka saling merendahkan bahkan merahasiakan ucapan mereka agar tidak didengar Tuhan Nabi Muhammad. Menurut riwayat Ibnu Abbas sebagaimana dikutip dari Tafsir Kemenag dijelaskan, “Pada suatu ketika orang-orang musyrikin mempergunjingkan Nabi Muhammad SAW dan menjelek-jelekkannya, maka Allah menurunkan kepada beliau semua yang dibicarakan mereka itu. Lalu sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain “Rendahkanlah suaramu agar kata-katamu tidak didengar oleh Tuhan Muhammad.” Maka turunlah ayat ini, antara lain menjelaskan bahwa tidak ada suatu apa pun yang luput dari pengetahuan Allah. Pada ayat ini, Allah kembali menjelaskan bahwa Dia mengetahui segala yang dirahasiakan dan segala yang dilahirkan oleh hamba-hamba-Nya, baik berupa perkataan, perbuatan, dan segala yang dirasakan oleh hati dan panca indera. HikmahHikmah yang dapat kita petik dari ayat ini bahwa tidak ada yang luput sedikit pun dari pengetahuan Allah. Dari ayat ini dapat pula diambil kesimpulan bahwa setiap doa yang dipanjatkan kepada Allah, baik dengan suara keras, berbisik, lemah-lembut maupun dengan gerakan hati akan diketahui oleh Allah Yang Maha Agung. Baca Juga Surat Al-Mulk Ayat 12 Orang yang Mendapat Ampunan dan Pahala Besar Wallahu A’lam rhs
هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ ذَلُولًا فَٱمْشُوا۟ فِى مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا۟ مِن رِّزْقِهِۦ ۖ وَإِلَيْهِ ٱلنُّشُورُ Arab-Latin Huwallażī ja'ala lakumul-arḍa żalụlan famsyụ fī manākibihā wa kulụ mir rizqih, wa ilaihin-nusyụrArtinya Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu kembali setelah dibangkitkan. Al-Mulk 14 ✵ Al-Mulk 16 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangTafsir Menarik Tentang Surat Al-Mulk Ayat 15 Paragraf di atas merupakan Surat Al-Mulk Ayat 15 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada bermacam tafsir menarik dari ayat ini. Terdokumentasikan bermacam penjelasan dari banyak ulama tafsir berkaitan isi surat Al-Mulk ayat 15, di antaranya seperti di bawah ini📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia15. Hanya Allah semata yang menjadikan bumi mudah dijelajahi dan terbentang untuk kalian, yang kalian bisa tinggal di atasnya. Berjalanlah di penjuru-penjuru dan ujung-ujungnya. Makanlah rizki Allah yang Dia keluarkan untuk kalian dari bumi. Hanya kepada Allah semata kebangkitan dari alam kubur untuk perhitungan amal dan pembalasan. Dalam ayat ini terkandung dorongan mencari rizki dan bekerja. Dan di dalam ayat ini juga terkandung petunjuk bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang haq, tidak ada sekutu bagiNya, juga menunjukkan kuasaNya, mengingatkan nikmat-nikmatNya, dan memperingatkan dari kecenderungan kepada dunia.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram15. Dia lah yang menciptakan bumi itu mudah dan empuk bagi kalian untuk ditinggali, maka berjalanlah di sisi-sisi dan ujung-ujungnya, dan makanlah dari rezeki yang disiapkan-Nya untuk kalian di dunia, dan hanya kepada-Nya sajalah kalian dibangkitkan untuk perhitungan dan pembalasan.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah15. Hai manusia, Allah menciptakan bumi bagi kalian, dan menjadikannya mudah ditapaki, maka berjalanlah di berbagai penjurunya untuk mencari nafkah dan rezeki, dan carilah nikmat-nikmat Allah yang ada padanya. Makan dan manfaatkanlah rezeki yang telah Allah berikan kepada kalian, dan ketahuilah bahwa kalian akan kembali kepada dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah15. هُوَ الَّذِى جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu Yakni mudah untuk kalian tinggali, dan tidak menjadikannya terjal sehingga menyusahkan kalian untuk tinggal dan berjalan di atasnya. فَامْشُوا۟ فِى مَنَاكِبِهَاmaka berjalanlah di segala penjurunya Yakni di jalan-jalan dan penjurunya. وَكُلُوا۟ مِن رِّزْقِهِۦ ۖ dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya Dari rezeki yang diberikan Allah bagi kalian di bumi. Allah mengaruniakan manusia dengan menempatkan mereka di bumi dan memberi mereka kemampuan untuk mendapatkan rezeki di bumi, namun yang harus mereka ketahui bahwa hanya kepada-Nya mereka akan kembali, oleh karena itu Allah berfirman dalam ayat ini وَإِلَيْهِ النُّشُورُDan hanya kepada-Nya-lah kamu kembali setelah dibangkitkan Yakni kepada-Nya kalian dibangkitkan dari kubur.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah15. Allah SWT adalah Dzat yang menciptakan bumi agar mudah bagimu untuk hidup dan mengambil manfaat darinya. Maka berjalanlah di sisi-sisinya, di jalan-jalannya dan kunjungilah setiap penjurunya. Makanlah apa yang diberikan oleh Allah di bumi. Dan hanya kepadaNyalah para mayat yang dibangkitkan dari kubur itu dikembalikan untuk dihisab dan dibalas amalnya📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam MadinahDialah yang menjadikan bumi untuk kalian dalam keadaan mudah dimanfaatkan} mudah lagi gampang {Maka berjalanlah segala penjurunya} ke segala penjuru dan pelosoknya {dan makanlah sebagian dari rezekiNya. Hanya kepadaNya kalian dibangkitkan} dibangkitkan dari kubur kalian untuk dihisabMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H15. Maksudnya, Dia-lah yang menundukkan bumi untuk kalian agar kalian bisa mendapatkan apa pun yang kalian perlukan, seperti bercocok tanam, mendirikan bangunan, membuat jalan yang menghubungkan ke tempat yang jauh dan berbagai negara. "Maka berjalanlah di segala penjurunya,” maksudnya, untuk mencari rizki dan penghasilan, “dan makanlah sebagian dari rizkinya. Dan hanya kepadaNya-lah kamu kembali setelah dibangkitkan.” Maksudnya, setelah kalian berpindah dari dunia ini yang dijadikan Allah sebagai tempat ujian dan penghantar menuju akhirat. Setelah kalian meninggal dunia, kalian akan dibangkitkan dan dikumpulkan menuju Allah untuk membalas amal perbuatan kalian, baik dan buruknya.📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-SyawiSurat Al-Mulk ayat 15 Allah menyebutkan kebaikan-Nya dan dan karunia-Nya bagi makhluk-Nya. Allah berkata Dialah yang menjadikan bagi kalian bumi yang datar, terhampar dan luas dimana-mana, hingga kalian dapat tinggal di atasnya, kalian dapat berpindah-pindah semau yang kalian inginkan, kalian juga dapat bercocok-tanam dengan kekuatan-kekuatan kalian, dan kalian dapat berjalan menyusuri bagian ujungnya dan sisi-sisinya, makanlah oleh kalian atas pemberian dari rizki Allah, yang Allah telah keluarkan dari bumi. Kemudian ketahuilah oleh kalian bahwa kepada-Nya lah kalian kembali dan dibangkitkan dari kuburan-kuburan kalian untuk dihisab dan dibalas.📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, Allah yang menundukkan bumi untukmu agar kamu dapat memperoleh kebutuhanmu, seperti menanam, membangun, menggarap dan jalan-jalan untuk menyampaikan ke negeri yang jauh. Untuk mencari rezeki. Yakni setelah kamu berpindah dari tempat yang Allah jadikan sebagai ujian dan sebagai penyambung untuk melanjutkan ke negeri akhirat, maka kamu akan dibangkitkan dan dikumpulkan kepada Allah untuk diberi-Nya balasan terhadap amalmu yang baik dan yang dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Mulk Ayat 15Setelah ditegaskan bahwa Allah adalah mahahalus dan maha luas pengetahuan-Nya, kini diuraikan kembali tentang kuasa-Nya. Dialah Allah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi untuk melakukan aneka aktifitas yang bermanfaat, maka jelajahilah di segala penjurunya, berkelanalah ke seluruh pelosoknya, dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya yang disediakan untuk kamu, serta bersyukurlah dengan segala karunia-Nya itu. Dan karena pada akhirnya, hanya kepada-Nyalah kamu kembali setelah dibangkitkan. 16-17. Bukti kekuasaan dan keluasan ilmu-Nya sudah dipaparkan, kalau manusia tetap durhaka maka Allah menegaskan dalam ayat ini sudah merasa amankah kamu, bahwa dia Allah yang di langit tidak akan membuat kamu ditelan bumi ketika tiba-tiba ia terguncang'. Mestinya kamu tidak merasa aman dengan tetap durhaka. Karena orang sebelum kamu seperti karun karena kedurhakaannya dia ditelan bumi. Atau sudah merasa amankah kamu, bahwa dia Allah yang di langit yang mengendalikan sepenuhya semua makhluk, tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepadamu yang dapat membinasakan kamu' namun kalau kamu tetap durhaka, kelak kamu akan mengetahui bagaimana akibat mendustakan dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Demikianlah beberapa penjelasan dari banyak ahli tafsir terkait isi dan arti surat Al-Mulk ayat 15 arab-latin dan artinya, moga-moga berfaidah bagi kita semua. Bantulah kemajuan kami dengan mencantumkan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan Bacaan Cukup Banyak Dicari Tersedia banyak materi yang cukup banyak dicari, seperti surat/ayat Al-Anfal, Al-Jatsiyah, An-Nur 26, Al-Jumu’ah 10, Al-Baqarah 152, Al-Ahzab 56. Ada juga Thaha, Al-Insyirah 6, Al-Baqarah 168, An-Nisa 146, An-Nisa 29, Ali Imran 110. Al-AnfalAl-JatsiyahAn-Nur 26Al-Jumu’ah 10Al-Baqarah 152Al-Ahzab 56ThahaAl-Insyirah 6Al-Baqarah 168An-Nisa 146An-Nisa 29Ali Imran 110 Pencarian aroaitalladzi yukadzibu biddin artinya, surah 64, qoribun artinya, arti niat puasa, bunyi surah al maun Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah
loading...Surat Al Mulk dan Terjemahannya. Foto istimewa Surat Al Mulk lengkap ayat 1-30 akan dibahas dalam artikel ini. Al Mulk merupakan surah ke-67 dalam Al Qur'an yang terdiri dari 30 ayat dan bisa menjadi bacaan yang bisa sebagai surat Makkiyah , nama Al Mulk memiliki arti Kerajaan. Isi dalam surat ini akan menggambarkan kesempurnaan kerajaan Allah SWT dan isi Surah Al Mulk lengkap ayat 1-30 beserta dengan تَبٰرَكَ الَّذِىۡ بِيَدِهِ الۡمُلۡكُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرُۙTabaarakal lazii biyadihil mulku wa huwa 'alaa kulli shai-in qadiir Artinya Maha Suci Allah yang menguasai segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala اۨلَّذِىۡ خَلَقَ الۡمَوۡتَ وَالۡحَيٰوةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ اَيُّكُمۡ اَحۡسَنُ عَمَلًا ؕ وَهُوَ الۡعَزِيۡزُ الۡغَفُوۡرُۙAllazii khalaqal mawta walhayaata liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amalaa; wa huwal 'aziizul ghafuurArtinya Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha الَّذِىۡ خَلَقَ سَبۡعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًا ؕ مَا تَرٰى فِىۡ خَلۡقِ الرَّحۡمٰنِ مِنۡ تَفٰوُتٍ ؕ فَارۡجِعِ الۡبَصَرَۙ هَلۡ تَرٰى مِنۡ فُطُوۡرٍAllazii khalaqa sab'a samaawaatin tibaaqam maa taraa fii khalqir rahmaani min tafaawutin farji'il basara hal taraa min futuur Artinya Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?4. ثُمَّ ارۡجِعِ الۡبَصَرَ كَرَّتَيۡنِ يَنۡقَلِبۡ اِلَيۡكَ الۡبَصَرُ خَاسِئًا وَّهُوَ حَسِيۡرٌAllazii khalaqa sab'a samaawaatin tibaaqam maa taraa fii khalqir rahmaani min tafaawutin farji'il basara hal taraa min futuur Artinya Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?5. وَلَـقَدۡ زَيَّـنَّا السَّمَآءَ الدُّنۡيَا بِمَصَابِيۡحَ وَجَعَلۡنٰهَا رُجُوۡمًا لِّلشَّيٰطِيۡنِ وَاَعۡتَدۡنَا لَهُمۡ عَذَابَ السَّعِيۡرِWa laqad zaiyannas samaaa'ad dunyaa bimasaa biiha wa ja'alnaahaa rujuumal lish shayaatiini wa a'tadnaa lahum 'azaabas sa'iir Artinya Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami jadikannya bintang-bintang itu sebagai alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang وَلِلَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا بِرَبِّهِمۡ عَذَابُ جَهَنَّمَؕ وَبِئۡسَ الۡمَصِيۡرُWa lillaziina kafaruu bi rabbihim 'azaabu jahannama wa bi'sal masiir Artinya Dan orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya akan mendapat azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat اِذَاۤ اُلۡقُوۡا فِيۡهَا سَمِعُوۡا لَهَا شَهِيۡقًا وَّهِىَ تَفُوۡرُۙ
Kandungan Surat al-Mulk ayat 2 sumber istimewa Asbabun nuzul Surat al-Mulk ayat 2 berkaitan dengan amal yang paling baik umat manusia. Amal yang baik tersebut mampu mendorong manusia memahami hakikat kehidupan di dunia. - Asbabun nuzul Surat al-Mulk ayat 2 juga untuk meningkatkan pemahaman tentang kematian. Selain itu, Surat al-Mulk ayat 2 mengajarkan segala amalan yang dapat mendekatkan kepada Allah SWT. Asbabun nuzul Surat al-Mulk ayat 2 merupakan kunci membangun spirtualitas diri. Spiritulitas tersebut membentuk pribadi yang muslim yang taat dan kuat. Pribadi yang senantiasa melakukan ritual keagamaan dengan ikhlas. Asbabun nuzul Surat al-Mulk ayat 2 juga membincang bahwa hidup di dunia akan hampa jika tidak diiringi kesadaran akan kehidupan pasca kematian. Sebab, kehidupan merupakan ladang mencari bekal amal untuk kehidupan di akhirat kelak. الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ“ “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. QS. al-Mulk ayat 2 Dalam kitab tafsirnya, Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kematian merupakan sesuatu wujud. Kematian adalah makluk Allah SWT yang diciptakan untuk menguji manusia. Artinya, kematian menjadi kunci orang-orang berbuat amal yang paling baik. ل إن الموت أمر وجودي لأنه مخلوق. معنى الآية أنه أوجد الخلائق من العدم، ليبلوهم ويختبرهم أيهم أحسن عملا؟ كما قال { كَيْفَ تَكْفُرُونَ ِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ } [البقرة28] Dalam sebuah riwayat, Ibnu Hatim menjelaskan maksud dari Surat al-Mulk ayat 2. Ayat tersebut mengingatkan bahwa kematian merupakan penunduk manusia. Dengan mengingat kematian orang akan mempersiapkan diri menuju kehidupan di akhirat. . وقال ابن أبي حاتم حدثنا أبو زُرْعَة، حدثنا صفوان، حدثنا الوليد، حدثنا خُلَيْد، عن قتادة في قوله { الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ } قال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول “إن الله أذل بني آدم بالموت، وجعل الدنيا دار حياة ثم دار موت، وجعل الآخرة دار جزاء ثم دار بقاء”. ورواه مَعْمَر، عن قتادة. Ibnu Hatim berkata; telah meriwayatkan kepada kami Abu Zur’ah, Shofwan telah meriwayatkan kepada kami, al-Walid telah meriwayatkan kepada kami, Khalid telah meriwayatkan kepada kami, dari Qatadah mengenai firman Allah swt “alladziy khalaqa al-maut wa al-hayaah”. Lalu ia berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah swt menundukkan manusia dengan kematian, dan menjadikan dunia sebagai tempat kehidupan, lalu menjadikannya sebagai tempat kematian. Dan Allah swt menjadikan akherat sebagai negeri pembalasan, dan kemudian negeri yang kekal abadi”. Dalam ayat tersebut, kata “liyabluwakum” bermakna bahwa Allah SWT menguji kalian manusia dengan dibebankannya kewajiban-kewajiban. Sedangkan kata ”ayyukum ahsan ’amalan” bermakna amalan yang paling benar dan ikhlas. Makna ahsan ’amalan adalah perbuatan yang paling benar dan ikhlas ini dijelaskan Imam Fudlail bin 'Iyadh. Beliau mengatakan bahwa ikhlas merupakan kunci sebuah perbuatan akan diterima. Keikhlasan akan melekat pada diri seorang hamba ketika tujuan amalnya adalah Allah semata. وقال فضيل بن عياض “أحسن عملا” أخلصه وأصوبه. وقال العمل لا يقبل حتى يكون خالصًا صوابًا الخالص إذا كان لله والصواب إذا كان على السنة. Berbeda dengan Imam al-Baghawi dalam kitabnya. Beliau menjelaskan bahwa makna ahsanu ’amalan adalah paling baik-baiknya akal, paling wara'nya menjauhi larangan Allag SWT dan paling cepat menjalankan ketaatan kepada-Nya. روي عن ابن عمر مرفوعا ” أحسن عملا” أحسن عقلا وأورع عن محارم الله، وأسرع في طاعة الله Imam al-Baghawiy mengatakan, ”Diriwayatkan dari Ibnu ’Umar secara marfu’; bahwasanya, yang dimaksud dengan ”ahsanu ’amalan” sebaik-baik perbuatan adalah sebaik-baik akalnya, se-wara’-wara’nya dari larangan Allah, dan secepat-cepatnya menuju ketaatan kepada Allah swt. [dutaislam/in] Artikel Demikian penjelasan Asbabun nuzul Surat al-Mulk ayat 2, Amal yang Paling Baik. Adapun asbabun nuzul Surat Ali Imran ayat 31, Bukti Cinta Kepada Rasulullah, silahkan baca di artikel berikutnya.
asbabun nuzul surat al mulk